Wednesday, November 09, 2016

Happy Parent


Beberapa waktu lalu, saya mengikuti mini seminar Happy Parenting, saat mendampingi adek Yoshi mengikuti Gramedia Science Day. Dalam sesi Happy Parenting yang diisi oleh Ibu Amalia Prabowo, beliau berkisah tentang kisah hidupnya bersama anaknya Aqil, yang divonis menyandang penyakit diseleksia. Dalam perjalanannya, akhirnya Ibu Amalia memilih keluar dari pekerjaan kerennya di perusahaan besar, untuk bisa fokus mendampingi Aqil. Kisah mereka dikisahkan dalam film Wonderful Life.

Menurut Ibu Amalia, untuk membuat anak kita percaya diri dan berbahagia setiap hari, maka orang tua terutama Ibu terlebih dahulu harus BAHAGIA. Karena, saat seorang ibu berbahagia, maka ibu akan bisa mendidik dan mendampingi anaknya dengan bahagia juga. Kalau semuanya dijalani dengan bahagia, maka semua akan positif. Saat anak belajar, orang tua harus mengkodisikan mereka se-rileks mungkin. Semua pengetahuan akan lebih mudah dicerna, bila anak-anak enjoy dan menikmati pembelajarannya. Orang tua hanya bisa memfasilitasi bakat dan minat anak. Tak perlu memaksakan anak untuk menyukai suatu bidang tertentu, karena setiap anak pasti memiliki bakat masing-masing.

Mungkin saja, ada anak yang kurang bagus prestasi akademiknya, tetapi jago dalam menggambar atau bidang olahraga atau bidang lain. Kita tak perlu khawatir, kelak anak kita akan bisa meraih masa depannya bila kita dukung dan tidak memaksakan. Ucapkan kata-kata yang menyenangkan setiap hari, ungkapkan rasa sayang dan cinta kita ke anak kita setiap saat. Kata-kata positif akan membuat anak lebih percaya diri dan berpikir semua hal itu menyenangkan. Dengarkan cerita-cerita seru anak kita di sekolah, di lingkungan. Tertawalah bersama-sama.

Kebahagiaan itu sederhana, saat anak-anak tertawa lepas bersama mama papa, itu adalah kebahagiaan yang sangat riil. Sharing dari Ibu Amalia sangat menginspirasi saya. Saya mencoba menerapkan dalam kehidupan sehari-hari dengan anak saya. Dan memang hasilnya, sangat luar biasa. Saya dan anak-anak merasa lebih bahagia. Terima kasih Ibu Amalia, yang sudah berbagi cerita kepada kami. Semoga kita semua selalu berbahagia, Aamiin.


No comments: